Sate adalah makanan yang terbuat dari daging yang dipotong kecil dan ditusuk sedemikian rupa dengan tusuk lidi tulang dari daun kelapa atau bumbu, kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate. Daging yang disajikan sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, kelinci, kuda dan lain-lain. Sate dapat ditemukan dimana saja di indonesia dan telah dianggap salah satu makanan nasional indonesia.
Makna Budaya Dari Sate
Sate memiliki makna yang lebih dari sekedar makanan, yaitu simbol kebersamaan, perlawanan, dan simbol keramahan. Berikut maknanya
- Simbol Kebersamaan, sate seringkali menjadi hidangan utama dalam perayaan atau acara khusus, yang mempertemukan orang- orang dalam suasana keakraban.
- Perlawanan, dalam beberapa konteks dianggap sebagai perwujudan perlawanan dari kalangan bawah kepada kalangan bangsawan dalam budaya feodal.
- Simbol Keramahan, diberbagai daerah, menyajikan sate dianggap sebagai bentuk penghargaan dan keramahan kepada tamu yang datang.
Berbagai varian Sate
- Sate Ayam Madura, jenis sate ini terkenal menggunakan ayam, meskipun ada juga varian daging lainnya, sate ini berasal dari madura, jawa timur. sate ayam madura biasanya disajikan dengan bumbu kacang yang kaya akan rempah, ditambah dengan irisan bawang merah dan ketupat.
- Sate Maranggi, berasal dari daerah purwakarta, jawa barat. Sate maranggi terbuat dari daging sapi yang dipotong tipis yang dilumuri bumbu khas seperti kecap manis, bawang putih, dan merica. Jenis sate ini biasanya dinikmati dengan nasi, lalapan segar seperti mentimun dan tomat.
- Sate Padang, berasal dari kota padang, sumatera barat. Sate ini menggunakan daging sapi yang dipotong kecil seperti dadu, dagingnya kemudian direndam dalam kuah khas padang yang pedas dan kaya rempah, yang biasanya terbuat dari bumbu rendang.
- Sate Klatak, sate ini menjadi makanan khas yogyakarta, indonesia. Nama"klatak" sendiri berasa dari suara percikan percikan api saat daging sate tersebut digoreng dengan cara ditaburi dengan bara api. Yang membedakan sate ini dengan sate pada umumnya adalah cara penyajiannya, sate klatak disajikan dalam kondisi matang setengah, bukan bener-bener matang.
Selain beberapa varian diatas ada juga varian lainnya seperti sate lilit bali, sate tegal, sate kere, dan sate ikan papuas.

No comments:
Post a Comment